10 Cara Mempercepat Website Anda

Advertisement
Daftar Isi
    Kecepatan loading suatu website sangat berpengaruh pada tingkat loyalitas pada website tersebut. Dimana semakin cepat sebuah website dapat diakses semakin banyak juga bouncerate visitor pada website tersebut. Studi dari Akamai menemukan bahwa :
    • 47% orang sangat mengharapkan suatu website dapat diakses dalam waktu 2 detik atau kurang
    • 40% orang akan meninggalkan website jika website membutuhkan 3 detik atau lebih untuk diakses
    • 52% Pembeli Online mengatakan bahwa kecepatan akses suatu website sangat berpengaruh dalam mendapatkan loyalitas konsumen
    Mengingat betapa pentingnya kecepatan suatu website untuk diload diatas. Kami akan memberikan beberapa cara yang bisa anda tempuh agar Kecepatan Website anda meningkat. Diantaranya :





    1. Minimalkan HTTP Request

    Menurut Yahoo, 80% loading halaman website dihabiskan untuk mendownload beberapa part pada website, misalnya images, stylesheets, scripts, Flash, dll. Sebuah HTTP Request dibuat untuk tiap-setiap bagian pada element tersebut, sehingga lebih banyak kontent yang didownload, lebih lama juga sebuah halaman website untuk diakses.

    Untuk kasus diatas, cara paling mudah untuk mempercepat website anda adalah dengan cara :
    • Mempersingkat kode untuk setiap element pada halaman website anda
    • Gunakan CSS untuk mengganti Gambar, jika dimungkinkan
    • Gabungkan beberapa style-sheet menjadi satu
    • Kurangi kode script yang digunakan dan tempatkan kode tersebut dibagian bawah halaman
     Jangan lupakan, bahwa kecepatan loading suatu website sangat berpengaruh dari penulisan kode-kode website tersebut.



    2. Mengurangi Server Response Time

    Selain merampingkan kode, Waktu Response Server juga sangat berpengaruh dalam kecepatan loading suatu website. Maka dari itu, lebih cepat Website menanggapi Server, akan lebih cepat juga browser ketika menampilkan website.

    Untuk kasus ini, google merekomendasikan menggunakan web application monitorin solution untuk memeriksa element apa yang menyebabkan Loading Halaman Web menjadi lambat.



    3. Enable Compression

    Halaman yang besar, ketika memuat gambar, video, script dll. biasanya memiliki size 100Kb bahkan lebih. Hasilnya halaman itu akan lambat dan susah untuk diakses. Cara paling mudah untuk meringankan beban loading halaman tersebut adalah dengan cara mengkompresi contentnya.

    Compressi meringankan beban loading suatu halaman sehingga akan lebih mudah dan cepat untuk diakses. Caranya bisa dengan menggunakan program GZIP atau program kompressi yang lain.

    Kompresi mengurangi Server Response Time, sehingga bisa mempercepat loading halaman website. Mayoritas Web Server sudah menyediakan program Compresi sebelum menyediakan link untuk download. Bisa dengan cara menjalankan Module Pihak Ketiga atau membuat program tersebut sebagai Rutinitas yang harus dilewati. Menurut Yahoo, compresi bisa mempercepat waktu download sebesar 70%.

    Caranya mod_deflate untuk server Apache, HttpGzipModule untuk Server berbasis Nginx atau Configure HTTP Compression untuk server IIS.



    4. Aktifkan Cache Browser

    download 30 component dalam 2.4 detik
     Ketika anda membuka suatu website, setiap element yang terdapat pada halaman website tersebut, disimpan oleh cache pada temporary storage di hardrive anda. Sehingga, ketika anda mengunjungi website tersebut untuk kedua kalinya, browser tidak perlu mengirimkan lagi HTTP Request pada Server.

    Ketika pertama kali, seseorang membuka website. Dia harus mendownload beberapa komponent website tersebut, diantaranya HTML document, stylesheets, javascript files dan gambar sebelum bisa menggunakan website anda.

    Setelah semua komponent didownload dan disimpan pada cache browser anda. Hanya beberapa komponent yang harus didownload jika mengunjungi website tersebut lagi.

    Theureur mengatakan hampir 40-60% pengunjung website anda, mengunjungi website dengan cache yang kosong. Sehingga sangat penting untuk memudahkan first-time user untuk meload website anda. Tapi, anda juga harus mengaktifkan fitur cache agar lebih mudah mengunjungi website lain kali.

    Static Resource seharusnya memiliki chache yang bisa disimpan selamanya. Tapi untuk Sumber Pihak Ketiga, misalnya Iklan atau Widget. Seharusnya memiliki chache tanpa batas atau semaksimalnya update satu hari satu kali.

    Disarankan untuk seluruh Resource yang bisa dicache (File JavaScript, CSS, Gambar, Media, PDF, dll) minimalnya diset expires pada 1 minggu, dan maksimalnya untuk 1 tahun. Jangan mengeset expire cache lebih dari 1 tahun, karena akan melanggar ketentuan RFC.



    5. Meminimalkan Resource

    Program WYSIWYG memudahkan kita untuk membuat suatu halaman wesbite, akan tetapi, terkadang code yang dibuat oleh program tersebut sangat berantakan dan tidak beraturan.

    Padahal setiap, kode-kode yang tertulis pada halaman website, akan menambahkan ukuran dari halaman website tersebut. Sehingga sangat penting untuk  menghapus kode2 yang tidak dibutuhkan contohnya: spaci extra, line breaks, and indentation agar kode halaman website anda dibuat seramping dan sesingkat mungkin.

    Untuk membantu merampingkan kode pada halaman website, Google merekomendasikan beberapa aplikasi, diantaranya :



    6. Optimalkan Gambar

     Untuk mengoptimalkan sebuah gambar, anda harus fokus pada 3 atribut yang dimiliki gambar, size, format dan src.

    Ukuran Gambar

     Gambar yang terlalu besar akan membuat loading halaman web anda lemot. Sehingga anda harus mengusahakan ukuran gambar seminimal mungkin. Untuk membantu anda, sebaiknya anda menggunakan aplikasi editinya image yang anda kuasai. Gunakan aplikasi edit image untuk :

    • Crop atau potong gambar anda pada ukuran yang tepat. Jangan gunakan kode "width atau height" untuk mengecilkan tampilan ukuran gambar anda. Karena metode kode tersebut tidak mengurangi ukuran gambar, hanya membuat versi kecil dari gambar tersebut.
    • Kurangi ketajaman warna (color depth) pada tingkat terkecil yang tidak merusak gambar
    • Hapus komentar gambar

     Format Gambar

    • Format JPEG adalah pilihan terbaik untuk gambar pada halawan website
    • Format PNG juga baik, hanya saja beberapa browser lama tidak mensupport format PNG
    • Format GIF gunakan hanya pada gambar2 dengan resolusi kecil dan hanya untuk gambar animasi
    • Jangan gunakan Format BMP atau TIFF

    Atribut src

    Src atau kode sumber gambar sebaiknya disingkat sesingkat mungkin. Dan jangan sampai terdapat kode kosong pada link src.

    Untuk HTML, code src adalah <img src="">. Ketika tidak ada link sumber diantara tanda kutip pada kode src, jangan tambahkan halaman kosong pada kode tersebut, biarkan apa adanya saja. Sehingga browser akan mengirimkan permintaan pada directory dari halaman atau pada halaman itu sendiri. Sehingga bisa mengurangi traffik tidak berguna pada server, bahkan bisa mengurangi corrupt user data.


    7. Optimalkan CSS Delivery

    CSS menyimpan kebutuhan untuk style halaman anda. Umunya terdapat 2 cara untuk mengakses kode css. Pada File External yang meload sebelum halaman anda atau diselipkan diantara halaman HTML.

    Pada umumnya, file external syile sheet lebih baik, karena bisa mengurangi ukuran kode anda dan mencegah terjadinya duplikasi code.

    8. Prioritaskan Kontent Atas

    Kami merekomendasikan anda menggunakan satu halaman style sheet tanpa inline code. Ada satu lagi saran yang sebaiknya anda pertimbangkan. Anda bisa meningkatkan Pengalaman User dengan memprioritaskan bagian atas (Header) website lebih cepat ditampilkan, meskipun bagian lain masih belum siap ditampilkan.

    Caranya adalah dengan membagi 2 kode css yang dibutuhkan, kode style singkat yang dibutuhkan untuk penampilan bagian atas (header) dan sebuah halaman khusus yang bisa ditangguhkan.


    9. Kurangi Penggunaan Plug-In pada Website Anda

    Terlalu banyak plug-in membuat website anda lemot, menambah isu-isu keamanan dan bisa menyebabkan crash atau teknikal error lainnya.

    Cobalah untuk mendisable beberapa plugin kemudian test kecepatan server anda. Dengan begitu anda bisa mengetahui plugin mana yang menyebabkan website anda lemot.

    10. Kurangi Redirects

    Redirects membuat HTTP Request tambahan sehingga menyebabkan loading halaman web menjadi lambat. Maka dari itu, gunakanlah redirect seminimal mungkin.

    Jika website anda responsive, biasanya website anda akan melakukan redirects untuk membawa Pengunjung Mobile dari Halaman Website ke halaman Responsive yang dibuat khusus untuk pengunjung Mobile.

    Google merekomendasikan 2 langkah untuk memastikan responsive redirects tidak membuat website anda lambat :
    • Gunakan HTTP Redirects, untuk mengirim user dengan agents mobile secara langsung pada alamat url yang khusus disediakan tanpa menyebabkan pengalihan tidak langsung, dan
    • Masukan kode <link rel=”alternate”> markup pada halaman desktop untuk mengenali URL khusus mobile sehingga Google Bot bisa mengenali URL Mobile anda. 
    Terlalu Sulit? Tenang saja, artikel dari VerveSearch,bisa membantu anda untuk mengalihkan mobile-user tanpa membuat kecepatan website berkurang.

    Sekian, itulah 10 cara mempercepat website anda. Semoga artikel diatas bisa membantu anda untuk mempercepat loading halaman website anda sehingga bisa menambahkan pengalaman yang menarik ketika mengunjungi website anda.

    Silahkan Subscribe blog Juara Bersama agar anda tidak melewatkan artikel-artikel menarik yang akan kami tulis selanjutnya.

    Terima kasih,
    Salam Juara


    Sumber :
    https://www.crazyegg.com/blog/speed-up-your-website/
    http://www.monitis.com/blog/30-tips-to-optimize-htmlcssimages-for-smooth-web-experience/
    https://www.peteduffy.co.uk/make-your-website-load-faster/
    dll.
    Advertisement

    Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
    Tambah Pengetahuan
    Disqus Comments