-->

DNS Server : Pengertian dan Materi DNS Server Terlengkap Beserta Contohnya

Advertisement
Daftar Isi

    Pengertian DNS Server


    Sistem Penamaan Domain atau dns singkatan dari Domain Name Server adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed domain) didalam sebuah jaringan komputer. DNS berfungsi mengubah nama host yang diketikan oleh pengguna komputer menjadi sebuah alamat ip address unik yang bisa dikenali oleh komputer kemudian menghubungkannya dalam sebuah perangkat jaringan komputer, misalnya Internet.

    Dengan adanya sistem penamaan domain seperti dns, kita jadi tidak perlu untuk mengingat nomor-nomor unik ip address yang cukup rumit, dan menggantinya dengan sebuah kata yang mudah diingat, contohnya domain.com, basickomputer.com, google.com dll. Perlu diketahui bahwa setiap komputer dalam sebuah jaringan yang terhubung satu sama lain memiliki nomor unik yang disebut ip address, contohnya 192.168.1.1 (pada IPv4) atau 2400:cb00:2048:1::c629:d7a2 (pada IPv6).

    Pengertian IP Address


    Ip Address atau alamat ip adalah suatu bilangan biner yang berisi nomor-nomor unik sebagai identifikasi komputer. Ip address digunakan pada suatu jaringan komputer tertentu untuk membedakan satu komputer dengan komputer yang lain, itulah kenapa ip address setiap komputer harus unik.

    Baca Juga : Bagaimana Membuat SSL Gratis untuk WordPress

    Ada 2 Jenis Ip address yang digunakan di dunia saat ini, yaitu :

    IPv4 (Internet Protocol Versi 4)


    IPv4 adalah versi ke empat dari penomoran Internet Protocol (IP). Dalam penomorannya IPv4 menggunakan sistem penomoran 32 bit, sehingga penomorannya hanya terbatas sampai 4,294,967,296 (232) nomor ip address unik. 

    IPv4 pertama kali digunakan pada tahun 1983 oleh ARPANET. Kemudian berkembang menjadi protocol internet yang masih digunakan saat ini. 


    ipv4


    IPv6 (Internet Protocol Versi 6)





    Karena terbatasnya pengalokasian ip address menggunakan IPv4 diatas, dan pesatnya perkembangan internet di dunia, dimana pada masa ini pengguna internet tidak hanya terbatas pada komputer, maupun smartphone. Tetapi hampir semua benda elektronik bisa menyambung ke internet dengan wifi, seperti spraker, ac, tv, dll.

    Baca Juga : Jenis Database dan Teknologi Yang Dimilikinya

    Maka dibutuhkan sistem penomoran yang lebih besar, sehingga memperkecil kemungkinan ditemukan ip address conflict. Maka dikembangkan lah sistem penomoran baru yang disebut IPv6 atau Internet Protocol versi 6 dengan menggunakan ukuran yang lebih besar yaitu 128 bit dan harus  ukuran paket sampai 1280 byte dan harus bisa menyusun kembali paket yang berukuran 1500 byte. 

    Kelebihan IPv6 dibanding IPv4

    Selain memiliki kapasitas yang lebih besar, IPv6 juga memiliki kelebihan lain dibandingkan IPv4 diantaranya :
    • Ruang alamat IPv6 yang lebih besar yaitu 128 bit.
    • Pengalamatan multicast, yaitu pengiriman pesan ke beberapa alamat dalam satu group.
    • Stateless address autoconfiguration (SLAAC), IPv6 dapat membuat alamat sendiri tanpa bantuan DHCPv6.
    • Keamanan lebih bagus dengan adanya default sekuriti IPSec.
    • Pengiriman paket yang lebih sederhana dan efisien.
    • Dukungan mobilitas dengan adanya Mobile IPv6.

    Hubungan Ip Address dengan DNS Server


    Setelah mengenal dns server dan ip address diatas, kita akan membahas hubungan diantara keduanya. Yaitu :

    1. Setiap komputer yang terhubung pada jaringan diberikan nomor unik yang disebut ip address

    2. DNS server bertugas untuk mengkonversi nama host yang berupa nama domain ke dalam nomor unik yang disebut ip address

    Jadi bisa kita simpulkan bahwa DNS server adalah sistem yang menghubungkan nama domain dengan alamat dimana server atau komputer yang anda tuju tersimpan. 

    Contohnya :

    Disaat kita mengetikkan nama domain suatu website, misalnya basickomputer.com, request yang anda kirim tersebut akan direspon oleh dns server kemudian diterjemahkan menjadi ip address dari komputer yang menyimpan file dan data dari website basickomputer.com tersebut. Sehingga browser bisa menampilkan halaman dan data dari komputer yang tersimpan di server kedalam browser yang anda gunakan. 

    DNS RECORDS


    Ketika anda mengirimkan request ke dns server, dns server kemudian akan membuat dns records dimana informasi penting disimpan, seperti halaman apa yang boleh ditampilkan dan yang tidak ditampilkan, dll.

    Baca Juga : Cara Mempercepat Website yang Anda Miliki

    Berikut ini beberapa tipe dns records yang umum digunakan, diantaranya :

    1. Record “A”


    Record “A” ini berguna untuk memetakkan/mengarahkan suatu nama domain ke IP tertentu.

    Contoh dari bentuk A record:

    – cindy-yuvia.org. A 110.11.112.13 -> jika kita mengakses cindy-yuvia.org maka akan langsung diarahkan ke IP 110.11.112.13
    – member.cindy-yuvia.org. A 98.111.12.113 -> jika kita mengakses member.cindy-yuvia.org maka akan langsung diarahkan ke IP 98.111.12.113

    2. Record “CNAME”


    Record “CNAME” ini berguna untuk memetakkan/mengarahkan suatu subdomain ke domain/subdomain tertentu. 

    Berikut contoh dari bentuk CNAME record:

    – contoh.cindy-yuvia.org. CNAME beby-chaesara.org. -> subdomain contoh.cindy-yuvia.org akan mengarah ke tempat yang sama dengan beby-chaesara.org. Misalnya beby-chaesara memiliki A record yang mengarah ke IP 12.13.14.15, maka contoh.cindy-yuvia.org secara tidak langsung akan mengarah ke IP itu juga.

    3. Record “MX”


    Record “MX” ini berguna untuk mengarahkan domain/subdomain ke sebuah Mail Server yang aktif. Ini bertujuan agar domain/subdomain bisa memiliki Email Service. 

    Berikut adalah contoh dari bentuk MX record:

    – cindy-yuvia.org. MX(10) mail.cindy-yuvia.org. -> Domain cindy-yuvia.org menggunakan Mail Server mail.cindy-yuvia.org. Misalnya mail.cindy-yuvia.org mengarah ke IP 90.91.92.93, maka domain cindy-yuvia.org akan menggunakan Mail Service yang terdapat di server 90.91.92.93. Angka 10 disini adalah prioritas dari Mail Server jika kita memiliki MX record lebih dari satu. Jika kita memiliki MX record lebih dari satu, maka secara default domain akan menggunakan MX yang paling kecil nilai prioritasnya.

    4. Record “TXT”


    Record “TXT” ini berguna untuk menyimpan informasi tambahan berupa Text pada domain/subdomain. TXT record biasanya digunakan untuk memvalidasi kepemilikan domain. Selain itu TXT digunakan juga untuk memvalidasi SSL, menerapkan SPF (Sender Policy Framework), menerapkan DKIM (Domain Key Identified Mail), dll.

    Berikut adalah contoh dari bentuk TXT record:

    – cindy-yuvia.org. TXT “v=spf1 a mx a:mail.cindy-yuvia.org ip4:94.95.96.96 -all” -> TXT record yang digunakan untuk SPF. Format SPF tersebut ada maknanya, silahkan untuk mengunjungi link ini untuk info lebih lanjut.
    – cindy-yuvia.org. TXT “zoho-verification=7yHy738Gyiq90PLh75n” -> TXT ini digunakan untuk validasi dari Zoho Mail. Biasanya pihak Zoho akan memberitahu kita TXT record seperti apa yang harus di masukkan.

    5. Record “NS”


    Record “NS” ini berguna untuk menandakan Name Server manakah yang digunakan untuk sebuah domain. Mengeset NS record harus di samakan dengan nama Name Server yang digunakan untuk domain kita. 

    Berikut adalah contoh dari bentuk NS record:

    – cindy-yuvia.org NS ns1.mysrsx.com. -> ini artinya bahwa Name Server kita saat ini mengarah pada ns1.mysrsx.com. Berarti semua DNS record seperti A, MX, TXT, dll tersimpan pada Name Server tersebut. Ditempat itu jugalah kita memodifikasi, menambahkan, dan menghapus DNS record untuk domain cindy-yuvia.org.

    Kesimpulan


    Dari pembahasan tentang dns server, ip address dan dns record diatas kita bisa menyimpulkan bahwa sistem-sistem diatas bekerja secara sistrmatis dan beriringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dalam 1 jaringan komputer yang luas.

    Dimana DNS server merubah hostname dari suatu domain menjadi ip adress unik tempat dimana server komputer disimpan dan. Dns records menyediakan informasi-informasi penting yang dimiliki oleh server tersebut. 

    Semoga membantu.
    Advertisement

    Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
    Tambah Pengetahuan
    Disqus Comments